Sosok Seorang Ibu bagi Sri Mulyani Indrawati

“Perjalanan hidup saya sangat dibentuk oleh peranan orang tua saya dan ibu saya memiliki peran yang sangat unik karena beliau adalah seorang pendidik beliau juga seorang manajer dan dia adalah seorang ibu yang sangat loyal dan menyayangi anak-anaknya. Jadi untuk saya pelajaran untuk menjadi seorang ibu seorang istri dan seorang yang menjalankan karir itu diperoleh dari ibu saya sendiri. Bagaimana beliau menyeimbangkan peranan yang tidak mudah, memperlakukan suami secara hormat, mendidik dan menyayangi putra-putrinya secara luar biasa tanpa henti, tanpa lelah, tanpa pernah menghitung dan pada saat yang sama memiliki komitmen untuk meneruskan pendidikan dan karirnya secara luar biasa.

Ini adalah suatu hal yang mungkin tidak banyak perempuan Indonesia memiliki contoh. Jadi saya beruntung memiliki seorang ibu yang memberikan contoh keseharian kepada kami semua putra-putri nya. Almarhumah Ibu saya adalah seorang perempuan Jawa yang begitu halus halus bertutur kata, halus di dalam sikap, namun tegas di dalam membuat keputusan, tegas didalam memikirkan dan menentukan masa depan putra-putrinya. Suatu kombinasi yang luar biasa dari seorang perempuan Indonesia. Pesan beliau adalah kamu perempuan, kamu tidak akan pernah menjadi laki-laki sehingga kita tidak pernah dididik untuk menjadi laki-laki atau menjadi sama seperti laki-laki. Artinya dari sisi keperempuanan kita insting sebagai ibu memelihara menyayangi mengekspresikan kasih sayang itu adalah sesuatu yang dididik oleh beliau. Dalam hal itu anda memimpin suatu unit, namun di sisi lain anda adalah masih perempuan istri dan ibu dari anak anda. Itu artinya pada saat anda masuk rumah, anda tidak lagi menjadi Menteri Keuangan. Pada saat Anda masuk rumah anda adalah istri dari suami anda. Maka yang ada adalah hubungan suami istri pada saat anda masuk rumah. Anda adalah ibu dari anak-anak anda maka hubungannya adalah ibu dengan anak bukan Menteri Keuangan dengan anak buahnya atau Menteri Keuangan dengan bosnya yaitu Presiden, tapi waktu anda masuk rumah anda menjadi Sri Mulyani seorang istri dan seorang ibu.

Saya akan mengatakan kepada ibu saya bahwa saya adalah masih sama seperti putrinya yang dulu masih sama seperti Sri Mulyani dulu yang Ibu kenapa moga-moga yang saya kerjakan itu buat ibu saya bahagia. Terima kasih.”

Source

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *